Selamat Hari Buku Nasional

17 May 2020 14:38:45

Selama #DiRumahAja, salah satu aktivitas seru sekaligus menambah pengetahuan adalah dengan membaca buku. Hari ini, 17 Mei 2020 adalah Hari Buku Nasional. Mari kita manfaatkan momen ini untuk terus belajar dan kembali meningkatkan minat baca kita. Tanggal 17 Mei dipilih dengan dasar yang jelas. Penetapan Harbuknas kala itu didasarkan dengan momentum hari berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 17 Mei 1980.

UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca!

Riset berbeda bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.

Hasil survei Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) tentang budaya literasi siswa sekolah dasar kelas IV di 45 negara menempatkan Indonesia pada peringkat ke-41 dari 45 negara peserta. Tahun 1992, Association for the Educational Achievement (IAEA) mencatat bahwa Finlandia dan Jepang sudah termasuk negara dengan tingkat membaca tertinggi di dunia dari 30 negara yang disurvei. Dalam survei ini, Indonesia berada pada peringkat dua terbawah, artinya pada posisi peringkat ke-28.

Di tahun 1997, Program for International Students Assessment (PISA) menyebutkan bahwa Indonesia— yang untuk pertama kalinya ikutserta dalam survei tentang budaya literasi—menempatiperingkat ke-40 dari 41 negara. Selanjutnya dalam survei yang sama pada tahun 2000, Indonesia menempati peringkat ke-64 dari 65 negara partisipan. Dalam survei tentang budaya literasi di negara-negara ASEAN, peringkat Indonesia bahkan berada di bawah Vietnam, negara yang jauh lebih muda dibandingkan Indonesia.

Pemerintah telah mencanangkan sebuah program dengan mempromosikan Gerakan Literasi Bangsa (GLB). Gerakan ini tercantum dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Dalam Permendikbud itu disebutkan bahwa GLB memiliki tujuan untuk dapat menumbuhkan budi pekerti anak melalui budaya membaca dan menulis (literasi).

GLB sendiri mengambil model penumbuhan budi pekerti dengan cara seperti menganjurkan setiap siswa untuk membaca selama lima belas menit setiap hari sebelum pelajaran dimulai. Cara seperti ini diharapkan kedepannya dapat menimbulkan kebiasaan yang positif bagi siswa terutama dalam meningkatkan minat baca dan tulis (literasi).

Gerakan ini kemudian dikenal dengan Gerakan Literasi Nasional, yang di dalamnya terdapat beberapa sub-gerakan seperti Gerakan Literasi Sekolah, Gerakan Literasi Keluarga, Gerakan Literasi Masyarakat, dan Gerakan Satu Guru Satu Buku.

Fokus pemerintah saat ini untuk pengembangan SDM, tentunya juga seiring sejalan dengan peningkatan kualitas literasi masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Akses terhadap buku harus terus dipermudah dan diperluas lagi. Bagi yang tidak mendapatkan akses buku pun dengan canggihnya teknologi literasi dapat dilakukan secara digital, melalui perpustakaan online maupun sumber-sumber daring lainnya di internet.

Dengan demikian, diharapkan dengan cukupnya sumber referensi dan wawasan yang dimiliki. Generasi penerus bangsa dapat lebih memajukan bangsa ini, memecahkan solusi dengan kebijakan yang tepat dan komprehensif, dapat bertindak dan berpikir sesuai dengan logika dan akal sehat sembari terus meningkatkan integritas bangsa.

Penulis : Anang.




Fatal error: Call to undefined function t4b_show_news_ticker() in /home/disdik/disdik.sumselprov.go.id/wp-content/themes/lc-diknas5/footer.php on line 110